Traffic Wall Block, sering juga disebut Water Barrier atau Blok Pembatas Jalan, adalah perangkat keselamatan lalu lintas modular yang dirancang untuk membuat penghalang visual dan fisik di area jalan atau lokasi konstruksi. Fungsi utamanya adalah mengarahkan atau membelokkan arus lalu lintas, menandai zona terlarang, atau melindungi pekerja dan area sensitif dari potensi tabrakan kendaraan. Dengan diisi air atau pasir, blok ini menjadi berat dan stabil, memberikan proteksi yang substansial. Manfaat utamanya adalah meningkatkan keselamatan lalu lintas, menyediakan pembatas yang mudah dipasang dan dipindahkan, serta dapat mencegah akses ke area yang berbahaya.
Traffic Wall Block umumnya diproduksi dari bahan HDPE (High-Density Polyethylene) atau plastik berkualitas tinggi, yang dikenal karena ketahanan terhadap cuaca, sinar UV, dan benturan. Kualitas kunci dari blok ini adalah sifatnya yang modular; blok-blok dapat dihubungkan satu sama lain untuk membentuk penghalang berkelanjutan sesuai panjang yang dibutuhkan. Blok ini memiliki lubang pengisian dan pengosongan untuk air atau pasir, yang berfungsi sebagai pemberat. Selain itu, wall block biasanya berwarna cerah (seperti merah atau oranye) untuk visibilitas maksimal dan seringkali memiliki desain yang memungkinkan pemasangan lampu peringatan di bagian atas.
-
Stabilitas Tinggi (Water/Sand Fill): Dapat diisi pemberat sehingga sangat stabil dan efektif sebagai penghalang fisik.
-
Modular dan Interlocking: Mudah disambung dan dibentuk menjadi penghalang lurus atau melengkung dengan panjang tak terbatas.
-
Tahan Lama dan Tahan Cuaca: Material HDPE memastikan ketahanan terhadap benturan ringan, korosi, dan cuaca ekstrem.
-
Visibilitas Unggul: Warna cerah yang khas memastikan blok terlihat jelas oleh pengemudi di siang hari.





